Rabu, 03 Oktober 2012

BAB 1 PROPOSAL Q

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu karena kehamilan, persalinan, dan nifas pada tiap 1000 kelahiran hidup dalam wilayah dan waktu tertentu. Saat ini Angka Kematian Ibu di seluruh dunia masih cukup tinggi estimasi WHO tahun 2000 tentang AKI (Maternal Mortality Ratio/MMR per 100.000 kelahiran hidup) adalah sebagai berikut, di seluruh dunia sebesar 400, di negara industri angka kematian ibu cukup rendah yaitu sebesar 20, di Eropa sebesar 24. Untuk negara berkembang angka kematian ibu masih cukup tinggi yaitu sebesar 440 per 100.000, di Afrika sebesar 830 per 100.000, di Asia sebesar 330 per 100.000 dan Asia Tenggara sebesar 210 per 100.000 (WHO, 2004). Untuk negara-negara ASEAN, AKI (per 100.000 kelahiran hidup) sangat bervariasi seperti Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, Kamboja, Laos, Philipina dan lain-lain (Depkes RI, 2004).
Di Indonesia angka kematian ibu masih cukup tinggi walaupun terjadi penurunan dari 425 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1986 menjadi 390 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1994 dan terjadi penurunan sekitar 25 persen dari 450 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1996 menjadi 334 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 (Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia, 1997). Namun angka tersebut masih tinggi atau 3-6 kali lebih besar dibandingkan negara-negara ASEAN, angka kematian ibu di Indonesia masih berada pada angka 307 per 100.000 kelahiran hidup pada SDKI 2002-2003 atau setiap jam terdapat 2 orang ibu bersalin meninggal dunia karena berbagai sebab dan target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup (www.google.com, 2006).
Di Provinsi Lampung, cenderung terjadi peningkatan AKI sebesar 143 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi 153 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002 (Dinkes Provinsi Lampung, 2003) dan pada tahun 2003 angka kematian ibu sebesar 98 orang dari 186.248 jiwa (Dinkes Provinsi Lampung, 2004)
Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita yang ada di dunia. Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus mendapatkan penatalaksanaan yang benar, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas ibu, hal tersebut terbukti dari angka kematian ibu masih tinggi di negara kita yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup (Survey Demografi dan kesehatan Indonesia, 2002/2003) dengan keadaan tersebut memacu kita untuk memberikan penatalaksanaan yang benar pada saat kehamilan. Asuhan pada kehamilan normal ini diperlukan karena masa ini adalah masa kritis pada ibu hamil disebabkan adanya komplikasi pada kehamilan (Syaifudin, 2001 : hal 87).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil (normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dimulai dari 4 bulan sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan 7 sampai 9 bulan (Buku acuan nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2001).
Pada wanita hamil atau ibu yang sedang hamil penjelasan mengenai perubahan alat kandungan sangatlah penting dan perlu, oleh karena masih banyak ibu atau wanita yang sedang hamil belum mengetahui tentang perubahan-perubahan yang ada pada diri mereka, baik alat kandungan yang berada di dalam ataupun yang ada di luar. Maka dari itu peran dari bidan sangatlah penting dan dibutuhkan untuk menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada tubuh ibu atau wanita yang sedang hamil dan juga memberikan pelayanan kesehatan Bio psikologis, sosial dan spiritual tanpa membedakan suku, ras, agama, terutama pada ibu hamil yang belum mengetahui tentang perubahan fisiologi alat kandungan serta ibu hamil yang mengalami kelainan pada alat kandungannya. Perubahan wanita hamil antara lain: meliputi perubahan pada uterus, perubahan pada kulit, perubahan payudara, perubahan sirkulasi darah, perubahan sistem respirasi, perubahan tractus digestivus, dan perubahan traktus urinarius (Sarwono Prawirohardjo, 1999: hal 31).
Apabila ibu hamil primigravida sudah mengerti tentang perubahan fisiologis yang terjadi pada masa kehamilan maka rasa takut dan cemas selama hamil dapat dihindari dan apabila terdapat suatu kelainan pada kehamilan, ibu akan mengerti dan segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan, sebaliknya jika ibu hamil tidak mengerti perubahan fisiologis yang terjadi pada masa kehamilan seorang ibu akan merasa cemas dan takut akan perubahan yang terjadi pada tubuhnya selama hamil. Salah satu hal yang dapat dilakukan agar ibu hamil memahami perubahan fisiologis yang terjadi pad masa kehamilan adalah dengan pemeriksaan antenatal care.
Akses terhadap pelayanan antenatal sebagai pilar kedua safe motherhood cukup baik yaitu 87% pada tahun 1997, namun mutunya perlu ditingkatkan terus (Saifudin, 2001). Diharapkan dengan program kesehatan tersebut dapat meningkatkan kesehatan ibu dan janin sehingga kehamilan berlangsung secara fisiologis tanpa adanya penyulit atau komplikasi. Jika semua kehamilan berlangsung secara fisiologis maka kematian karena komplikasi selama kehamilan dapat berkurang dengan kehamilan secara fisiologis, diharapkan ibu mengerti tentang perubahan fisiologis kehamilan.
Berdasarkan hasil pra survey yang penulis lakukan, terdapat 15 orang ibu hamil primigravida yang mengeluh mual, muntah, pusing, sering kencing dan kebanyakan terjadi pada Trimester satu. Dimana hal tersebut merupakan perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Kejadian tersebut menunjukan bahwa ibu hamil khususnya ibu hamil primigravida belum faham mengenai perubahan fisiologis yang terjadi pada dirinya.
Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan fisiologis pada masa kehamilan”.







B.            Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : “Bagaimana pengetahuan ibu primigravida terhadap perubahan fisiologis pada masa kehamilan?”.

C.           Ruang Lingkup Pengetahuan
Adapun yang menjadi ruang, dari penelitian pengetahuan ibu Primigravida terhadap perubahan fisiologi pada masa kehamilan ini adalah :
1.        Jenis Penelitian         :       deskriptif
2.        Obyek Penelitian      : pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan fisiologis pada masa kehamilan.
3.        Subyek Penelitian     :       ibu hamil primigravida yang memeriksakan diri di BPS. CH. Sudilah pada tahun 2007.
4.        Lokasi Penelitian      :       BPS. CH. Sudilah, di Jln. Jendral Sudirman Ganjar Agung I4/1 Metro Barat
5.        Waktu Penelitian      : April-Mei 2007
6.        Alasan Penelitian      : ibu hamil primigravida  yang kurang memahami tentang perubahan fisiologis selama kehamilannya.


D.           Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengetahuan ibu primigravida terhadap perubahan fisiologi pada masa kehamilan di BPS CH. Sudilah.

E.            Manfaat penelitian
1.    Bagi ibu hamil
Menambah pengetahuan ibu primigravida terhadap perubahan fisiologi pada kehamilan sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan ibu dan mampu melakukan tindakan yang sesuai dengan perubahan yang terjadi pada dirinya.
2.    Bagi tempat peneliti
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengelola program di BPS. CH Sudilah yaitu memberikan masukan agar dapat meningkatkan pelayanan kehamilan seoptimal mungkin di wilayah kerjanya dalam rangka peningkatan profesionalisme kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
3.      Bagi masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat diberikan pengetahuan kepada masyarakat terutama ibu hamil atau wanita yang sedang hamil terhadap perubahan fisiologis pada kehamilan sehingga nantinya mereka mampu melakukan tindakan yang sesuai dengan perubahan yang terjadi pada dirinya.
4.      Bagi Institusi Pendidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana daya pemahaman atau daya kemampuan untuk mengerti dari mata kuliah yang telah disampaikan oleh dosen. Serta nantinya dapat menjadi tambahan bahan kepustakaan di perpustakaan AKBID Wira Buana Metro.
5.      Bagi Peneliti
Penelitian ini untuk menambah pemahaman penulis mengenai perubahan fisiologis pada kehamilan dan penerapan secara langsung teori pembuatan karya tulis ilmiah sesuai dengan teori yang diajarkan sewaktu kuliah dan sebagai syarat untuk menyelesaikan studi di Akademi Kebidanan Wira Buana Metro.

Kamis, 05 April 2012

6 ciri pria pasangan anda bosan...

Setiap hubungan pasti akan mengalami pasang surut. Ada kalanya pasangan Anda akan mengalami kejenuhan. Buat anda para wanita, kenalilah tanda-tanda pasangan Anda telah jenuh. Biasanya saat tengah jenuh dengan Anda, pria akan mengalami banayk perubahan baik dalam ucapan atau perbuatan. Untuk mengetahuinya, Anda bisa kenali ciri-cirinya.
Berikut 6 ciri-ciri pasangan Anda telah jenuh :
1. Menjadi Lebih Sibuk.
Jika dia tiba-tiba berubah menjadi orang yang super sibuk, biasanya ini adalah cara yang dia gunakan untuk menghindar dari kamu. Bisa jadi, dia sudah mulai merasa bosan. Tapi Anda jangan terburu-buru menegurnya, cari tahu dahulu apakah dia benar-benar sibuk atau tidak. Setelah tahu, barulah Anda akan mengerti apa penyebabnya.
2. Jarang Memberi Kabar.
Jika dulu dimanapun dia berada dia akan memberikan kabar, tapi belakangan ini dia malah cuek saja. Hm… nampaknya Anda harus cari tahu penyebabnya. Bisa jadi pasangan Anda sudah mulai bosan menjalani hubungan bersama.
3. Anda Yang Meneleponnya Duluan.
Dulu dia rajin sekali menghubungi Anda, bahkan hampir setiap hari dia selalu menelpon. Tapi sekarang harus Anda terus yang menghubunginya duluan, apa yang terjadi dengannya? Jika seperti ini keadaannya bisa jadi pasangan sudah mulai merasa jenuh dan bosan dengan hubungannya.
4. Lebih Sering Bersama Temannya.
Perhatikan kebiasaannya, jika dia lebih sering bersama teman-temannya kemungkinan dia bosan dengan Anda. Mungkin berkumpul bersama dengan teman-temannya membuat suasana hatinya jadi senang dan tidak seperti saat bersama Anda.
5. Jarang Mengajak Pergi.
Saat baru jadian, dia bilang kalau dia selalu rindu sama. Karenanya dia selalu mengajak Anda pergi makan malam atau pergi ke tempat wisata berdua. Tapi sekarang hal itu sudah jarang, atau bahkan sudah tidak pernah. Waspadalah, karena kemungkinan pasangan sudah bosan sama kamu.
6. Membuat Janji Tapi Tidak Ditepati.
Tanda lain si dia sudah bosan adalah dia kerap membatalkan janji. Ketika dia berjanji akan menelepon jam 7 malam, dia baru menelepon jam 9 atau malah keesokan harinya dan hal itu tidak terjadi satu kali.

yuk ! belajar jadi wanita cerdas...

Menjadi wanita cerdas memang gampang-gampang susah, ada banyak hal yang terjadi dan harus Anda sikapi dengan bijak. Berikut ini kunci-kunci utama untuk menjadi wanita cerdas sebagaimana dikutip dari Cosmopolitan.
1. Tahu kapan harus mengatakan tidak dan kapan mengungkapkan persetujuan.
2. Tahu saat yang tepat untuk memuji keberhasilan teman dan mengkritiknya.
3. Tahu cara bercanda yang bisa menjadi ice breaker dan bagaimana selera humor yang baik.
4. Tahu bagaimana cara mencapai orgasme saat melakukan aksi bercinta dengan si dia.
5. Tahu trik untuk menghibur teman atau si dia saat sedang bersedih karena menghadapi banyak masalah.
6. Tahu bagaimana “jual mahal” di depan si dia sehingga si dia bisa bertekuk lutut.
7. Tahu kapan meminta maaf saat melakukan kesalahan yang fatal dan menyakiti hati orang lain.
8. Tahu bagaimana cara memaafkan orang lain yang bersalah kepada Anda.
9. Tahu saat yang tepat memulai pertengkaran dan cara mengakhirinya dengan baik.
10. Tahu sudut terbaik di wajah untuk mendapatkan hasil foto yang optimal.
11. Tahu cara bernegosiasi untuk mendapatkan pekerjaan dan gaji yang diinginkan tentunya.
12. Tahu kelebihan bentuk tubuh yang dimiliki, sehingga bisa membeli pakaian yang tepat.
13. Tahu cara berkompromi dalam segala keadaan sehingga didapatkan win-win solution.
14. Tahu cara mempromosikan diri, sehingga mendapatkan kenaikan karier dan gaji.
15. Tahu kapan harus bersuara, mengungkapkan pendapat dan kapan saatnya menutup mulut.
16. Tahu kapan harus berbicara manis, dengan merayu dan waktu yang tepat untuk bertingkah menyebalkan.
17. Tahu cara intropeksi diri saat melakukan kesalahan dan meningkatkan kemampuan diri untuk menutupi kelemahan.
18. Tahu cara memilih makanan yang rendah kalori namun tetap nikmat di lidah.
19. Tahu cara mengendalikan situasi, saat situasi berjalan dengan baik maupun buruk.
20. Tahu bagaimana cara bertemu dengan orang tua si dia dan mendapatkan kesan yang baik.
heeeeeeeeem......
buat blog lagi dech,,,
blog kmren gak bisa di buka,,,